Penyelenggaraan ibadah haji yang berpihak pada perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas dipandang Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)

Kategori : Umrah, Ditulis pada : 30 Januari 2026, 09:31:36

menteri-pemberdayaan-perempuan-dan-perlindungan-anak-pppa-arifah-choiri-fauzi-di-asrama-haji-pondok-gede-jakarta-rabu-281-1769654273045_169.jpegPenyelenggaraan ibadah haji yang berpihak pada perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas dipandang Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi, sebagai tolok ukur kemajuan dan kemanusiaan suatu bangsa. Menurutnya, pelayanan haji bukan hanya soal operasional, tetapi juga menunjukkan sejauh mana negara hadir memberikan perlindungan bagi warganya, terutama kelompok rentan, selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Arifah menyampaikan bahwa kualitas pelayanan yang baik mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memberikan perhatian khusus kepada jemaah haji. Hal tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

Ia juga menyoroti perbedaan kondisi antara Arab Saudi dan Indonesia, baik dari aspek geografis, iklim, maupun lingkungan sosial. Perbedaan ini, menurutnya, menuntut pendekatan pelayanan yang lebih adaptif, penuh empati, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.

Kondisi cuaca dan suhu di Tanah Suci yang ekstrem menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan dalam penyelenggaraan haji, terutama bagi jemaah lansia dan perempuan. Oleh karena itu, petugas haji dituntut memiliki kepekaan dan kesiapan dalam memberikan pendampingan yang tepat.

Arifah juga memberikan perhatian khusus kepada petugas haji perempuan agar benar-benar memahami kebutuhan jemaah, khususnya lansia perempuan. Ia mencontohkan pentingnya pengaturan kamar yang tidak seluruhnya diisi oleh jemaah lansia, melainkan dikombinasikan dengan jemaah yang lebih muda agar dapat saling membantu selama di Tanah Suci.

Selain itu, kebutuhan spesifik perempuan juga menjadi hal penting yang perlu dipahami, mulai dari perlengkapan pribadi hingga aspek kesehatan reproduksi. Menurut Arifah, pemahaman ini akan sangat membantu dalam memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah perempuan selama menjalankan ibadah.

Ia berharap, ke depan kebijakan penyelenggaraan haji semakin mengedepankan nilai keadilan dan kemanusiaan, sehingga ibadah haji tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan ketenangan bagi seluruh jemaah.


Ingin menjalankan umroh dengan layanan yang aman, ramah perempuan dan lansia, serta pendampingan penuh?
Percayakan perjalanan ibadah Anda bersama Sabatours.

? Hubungi 0817 7510 0981 untuk konsultasi umroh dan mendapatkan program terbaik sesuai kebutuhan Anda.


sumber berita : https://www.detik.com/hikmah/haji-dan-umrah/d-8330553/menteri-pppa-haji-ramah-perempuan-dan-lansia-cerminan-bangsa-beradab

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id