Hijir Ismail: Sejarah, Misteri, dan Keutamaannya

Kategori : Umrah, Ditulis pada : 05 Maret 2026, 08:16:24

Banyak jamaah asal Indonesia yang berkunjung ke Kota Suci Mekah ingin menyempatkan diri masuk ke Hijir Ismail. Area ini berada di sisi utara Ka'bah dengan pembatas setengah lingkaran setinggi kurang lebih 1,3 meter dan panjang sekitar 21,5 meter. Hijir Ismail dikenal luas sebagai salah satu tempat mustajab di Masjidil Haram, di mana banyak jamaah memanjatkan doa dengan penuh harap akan dikabulkan oleh Allah.

Saat masa pandemi, kawasan ini sempat ditutup sehingga jamaah tidak dapat mendekat. Namun dalam kondisi normal, dua pintu akses yang tersedia kerap dipadati jamaah yang ingin menunaikan salat sunnah serta berdoa di dalamnya. Karena keterbatasan ruang dan waktu yang diatur petugas, tidak mudah untuk beribadah dengan leluasa di sana. Perlu diketahui, sebagian area Hijir Ismail termasuk bagian dari Ka’bah, sehingga salat di dalamnya memiliki keutamaan seperti salat di dalam Ka’bah.

Diriwayatkan bahwa ketika Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha ingin melaksanakan salat di dalam Ka’bah, Rasulullah ﷺ mengarahkannya untuk salat di Hijir Ismail, karena tempat tersebut merupakan bagian dari bangunan Ka’bah.

Beberapa riwayat menyebutkan bahwa dahulu Hijir Ismail adalah tempat tinggal Nabi Ismail bersama ibunya, Siti Hajar. Awalnya hanya berupa pondasi batu yang beratapkan dedaunan. Ketika kaum Quraisy merenovasi Ka’bah saat usia Nabi Muhammad ﷺ sekitar 35 tahun, keterbatasan biaya membuat mereka mengurangi sebagian pondasi bangunan yang dibangun Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Akibatnya, bagian tersebut berada di luar bangunan Ka’bah dan kini dikenal sebagai Hijir Ismail.

Menyingkap Sejarah Hijir Ismail

Kata “Hijir” bermakna ruang atau tempat yang diberi pembatas. Dahulu bangunan Ka’bah berbentuk lebih melengkung, namun setelah renovasi oleh Quraisy, bentuknya menjadi seperti kubus sebagaimana yang terlihat sekarang, dan sebagian pondasi aslinya berada di luar bangunan utama.

Hijir Ismail diyakini sebagai lokasi yang memiliki keutamaan besar untuk melaksanakan salat sunnah dua rakaat. Banyak jamaah meyakini bahwa doa yang dipanjatkan di tempat ini memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Tempat ini juga diyakini sebagai area yang berkaitan dengan Nabi Ismail dan ibunya, Siti Hajar. Keteguhan dan kesabaran Siti Hajar dalam membesarkan Nabi Ismail menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam tentang tawakal dan keteguhan iman.

Larangan dan Ketentuan Ibadah di Hijir Ismail

Walaupun memiliki keutamaan, para ulama menjelaskan bahwa salat fardhu tidak dianjurkan dilakukan di dalam Hijir Ismail. Rasulullah ﷺ tidak mencontohkan pelaksanaan salat wajib di dalam Ka’bah maupun di Hijir Ismail. Karena itu, untuk mengikuti sunnah, salat fardhu sebaiknya dikerjakan di luar area tersebut.

Selain itu, ketika tawaf, jamaah tidak boleh memotong jalur dengan masuk melalui Hijir Ismail. Tawaf harus dilakukan dengan mengelilingi seluruh bangunan Ka’bah, termasuk area Hijir Ismail, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Hajj ayat 29. Jika seseorang masuk ke dalam Hijir Ismail saat tawaf lalu keluar kembali, maka putaran tawafnya tidak sah karena tidak sepenuhnya mengelilingi Ka’bah.

Saat bertawaf, Ka’bah juga harus selalu berada di sebelah kiri. Jika posisinya di depan atau di belakang, maka arah tawaf menjadi tidak sesuai tuntunan.

Karena itu, memahami tata cara ibadah dengan benar sangatlah penting agar amalan yang dilakukan sah dan bernilai di sisi Allah. Cara terbaik untuk menghindari kesalahan adalah belajar dan bertanya kepada pembimbing yang berpengalaman sebelum berangkat ke Tanah Suci.


Ingin merasakan langsung keutamaan beribadah di Hijir Ismail dan mendekatkan diri di Tanah Suci?

Mari wujudkan niat suci Anda bersama SABATours.
Dapatkan bimbingan ibadah yang sesuai sunnah dan pendampingan profesional selama perjalanan umroh Anda.

? Hubungi sekarang juga 0817 7510 0981 untuk konsultasi umroh dan informasi paket terbaik bersama SABATours.

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id