PERJALANAN UMROH RASULULLAH

Kategori : Umrah, Ditulis pada : 03 Maret 2026, 13:03:06

Rute Perjalanan Umroh Rasulullah ﷺ

Menunaikan ibadah haji dan umroh bukan sekadar soal niat yang tulus, tetapi juga tentang mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ. Setiap rangkaian ibadah harus dilakukan sesuai contoh yang telah beliau praktikkan. Inilah yang disebut dengan mutaba’ah (ittiba’), yakni meneladani Nabi dalam tata cara beribadah agar amalan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagai ibadah yang telah disyariatkan, haji dan umroh wajib dilaksanakan sesuai dalil Al-Qur’an dan sunnah Nabi, serta pemahaman para sahabat dan generasi setelahnya yang istiqamah di atas kebenaran. Mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ menjadi salah satu syarat penting diterimanya amal ibadah.

Rasulullah ﷺ tercatat melaksanakan umroh sebanyak empat kali setelah hijrah ke Madinah. Sementara itu, ibadah haji beliau lakukan satu kali, yaitu pada peristiwa Haji Wada’ di tahun 10 Hijriyah.

Berikut empat umroh Rasulullah ﷺ:

  1. Umroh Hudaibiyah (6 H)
    Rasulullah ﷺ bersama para sahabat berangkat untuk umroh, namun tertahan oleh kaum Quraisy di Hudaibiyah sehingga belum dapat memasuki Makkah.

  2. Umroh Qadha (7 H)
    Umroh ini merupakan pengganti dari umroh yang tertunda pada peristiwa Hudaibiyah.

  3. Umroh Ji’ranah (8 H)
    Dilaksanakan setelah Perang Hunain, beliau berihram dari Ji’ranah.

  4. Umroh saat Haji Wada’ (10 H)
    Umroh ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan haji terakhir beliau.

Rute Perjalanan Umroh Rasulullah ﷺ

Secara umum, perjalanan umroh Rasulullah ﷺ dimulai dari Madinah menuju Makkah. Berikut tahapan perjalanannya:

  • Miqat
    Rasulullah ﷺ memulai ihram di Dzul Hulaifah (Bir Ali), miqat bagi penduduk Madinah dan yang melewatinya.

  • Perjalanan menuju Makkah
    Setelah berihram, beliau melanjutkan perjalanan hingga tiba di Makkah.

  • Masuk Masjidil Haram
    Setibanya di Makkah, Rasulullah ﷺ memasuki Masjidil Haram dan memulai rangkaian ibadah.

  • Thawaf
    Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran.

  • Sa’i
    Berjalan cepat antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.

  • Tahallul
    Mencukur atau memendekkan rambut sebagai tanda selesainya umroh.

Adapun ziarah ke Madinah, termasuk ke Masjid Nabawi dan makam Rasulullah ﷺ, dapat dilakukan sebelum atau sesudah umroh, tergantung pada jadwal perjalanan yang diatur oleh masing-masing travel.

Perbedaan Haji dan Umroh

  • Umroh dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, sedangkan haji hanya dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah.

  • Umroh berfokus pada ibadah di Masjidil Haram dan sekitarnya, sementara haji mencakup rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

  • Dari sisi waktu dan rangkaian, umroh relatif lebih singkat dan sederhana dibandingkan haji.


Ingin menunaikan umroh sesuai sunnah dan tuntunan Rasulullah ﷺ?

SABATours siap mendampingi perjalanan ibadah Anda dengan pembimbingan manasik yang insyaAllah sesuai syariat dan pelayanan terbaik.

? Konsultasi dan pendaftaran Umroh SABATours:
Hubungi 0817 7510 0981 sekarang juga.

Saatnya memenuhi panggilan ke Baitullah bersama SABATours. ?

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id