Umroh Rasulullah SAW
Berbeda dengan ibadah haji yang hanya satu kali beliau tunaikan sepanjang hidup, Muhammad ﷺ tercatat melakukan perjalanan umrah sebanyak empat kali. Tiga di antaranya dilaksanakan pada bulan Dzulqa’dah tanpa disertai haji, sementara yang keempat dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan haji pada tahun ke-10 Hijriyah.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih riwayat Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj:
“Rasulullah ﷺ melaksanakan umrah empat kali, semuanya di bulan Dzulqa’dah, termasuk yang bersama hajinya.”
Dari empat kali tersebut, satu umrah tidak dapat diselesaikan karena terhalang situasi keamanan. Dengan demikian, umrah yang benar-benar terlaksana secara sempurna adalah tiga kali. Berikut penjelasan ringkas setiap peristiwa umrah beliau ﷺ.
1. Umrah Pertama (6 Hijriyah)
Pada tahun keenam Hijriyah, Rasulullah ﷺ berangkat bersama sekitar 1.400–1.500 sahabat menuju Mekkah dengan niat umrah. Mereka mengenakan pakaian ihram dan tidak membawa persenjataan, karena tujuan mereka semata-mata beribadah.
Perjalanan ini dilatarbelakangi mimpi Rasulullah ﷺ yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Qur'an Surah Al-Fath ayat 27, bahwa kaum Muslimin akan memasuki Masjidil Haram dengan aman.
Namun rombongan tertahan di Hudaibiyah dan tidak diizinkan memasuki Mekkah oleh kaum Quraisy. Situasi menegang hingga terjadilah Bai’at Ridhwan, yang juga diabadikan dalam Surah Al-Fath. Akhirnya disepakati perjanjian damai selama sepuluh tahun yang dikenal sebagai Perjanjian Hudaibiyah.
Walaupun umrah ini tidak terlaksana, peristiwa tersebut justru menjadi awal kemenangan besar bagi kaum Muslimin.
2. Umrah Kedua (7 Hijriyah) – Umrah Qadha’
Setahun kemudian, Rasulullah ﷺ kembali ke Mekkah untuk mengganti umrah yang tertunda. Peristiwa ini dikenal sebagai Umrah Qadha’.
Sekitar 2.000 sahabat ikut serta. Mereka diizinkan memasuki Mekkah selama tiga hari sesuai kesepakatan damai. Kali ini, kaum Muslimin membawa perlengkapan pertahanan sebagai bentuk kewaspadaan jika terjadi pelanggaran perjanjian.
Saat memasuki Mekkah, lantunan talbiyah berkumandang dengan penuh ketegasan tauhid, menegaskan bahwa hanya Allah satu-satunya yang berhak disembah. Momen ini menjadi simbol kekuatan iman di tengah masyarakat yang saat itu masih dipenuhi penyembahan berhala.
3. Umrah Ketiga (8 Hijriyah) – Bersamaan dengan Fathu Mekkah
Umrah ketiga terjadi pada tahun kedelapan Hijriyah, bertepatan dengan peristiwa pembebasan kota Mekkah (Fathu Mekkah). Peristiwa ini dipicu oleh pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah oleh sekutu Quraisy.
Rasulullah ﷺ memimpin sekitar 10.000 pasukan menuju Mekkah. Kota itu akhirnya dikuasai tanpa perlawanan berarti. Berhala-berhala di sekitar Ka’bah dihancurkan, dan Rasulullah ﷺ melaksanakan thawaf serta sa’i sebagai bagian dari ibadah umrah.
Peristiwa besar ini juga diabadikan dalam Surah An-Nashr dalam Al-Qur'an, yang menandakan datangnya pertolongan Allah dan kemenangan.
4. Umrah Keempat (10 Hijriyah) – Bersamaan dengan Haji Wada’
Umrah terakhir dilakukan bersamaan dengan ibadah haji pada tahun kesepuluh Hijriyah, yang dikenal sebagai Haji Wada’ (Haji Perpisahan). Inilah satu-satunya haji yang beliau lakukan.
Pada momen itu, turun ayat dalam Surah Al-Maidah ayat 3 yang menyatakan bahwa agama Islam telah disempurnakan. Tidak lama setelah peristiwa tersebut, Rasulullah ﷺ wafat dalam usia 63 tahun (qamariyah).
Haji tersebut disebut Haji Perpisahan karena menjadi momentum terakhir pertemuan beliau dengan umatnya.
Ringkasan Tahun Umrah Rasulullah ﷺ
| Tahun | Umrah | Keterangan |
|---|---|---|
| 6 H | Pertama | Tertahan di Hudaibiyah |
| 7 H | Kedua | Umrah Qadha’ (3 hari di Mekkah) |
| 8 H | Ketiga | Bersamaan Fathu Mekkah |
| 9 H | – | Tidak ada umrah |
| 10 H | Keempat | Bersamaan Haji Wada’ |
✨ Ingin meneladani perjalanan ibadah Rasulullah ﷺ dengan menunaikan umrah ke Tanah Suci?
SABATours siap mendampingi perjalanan ibadah Anda dengan aman, nyaman, dan sesuai sunnah.
? Konsultasi & Info Paket Umroh
Hubungi SABATours di 0817 7510 0981
Saatnya memenuhi panggilan Allah dan merencanakan perjalanan terbaik Anda ke Baitullah bersama SABATours.
