PERJUANGAN IHRAM NABI

Kategori : Umrah, Ditulis pada : 14 Februari 2026, 08:30:35

WhatsApp Image 2026-02-12 at 08.33.35 (1).jpeg

 

Dikisahkan bahwa Rasulullah ﷺ memulai ihram dari Dzul Hulaifah (yang kini dikenal sebagai Bir Ali) pada penghujung bulan Zulqa’dah, sekitar tanggal 25. Beliau kemudian tiba di Makkah pada 4 Zulhijjah. Artinya, perjalanan ihram yang ditempuh Nabi ﷺ berlangsung kurang lebih sembilan hari.

Ibnu ‘Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ sampai di Dzul Hulaifah pada pagi hari, lalu menaiki tunggangannya. Ketika telah berada di al-Baida’, beliau bersama para sahabat mengumandangkan talbiyah dengan suara lantang serta menandai hewan kurban mereka. Peristiwa itu terjadi saat tersisa lima hari dari bulan Zulqa’dah, dan beliau tiba di Makkah pada malam keempat bulan Zulhijjah. (HR. Sahih al-Bukhari)

Betapa besar perjuangan beliau dalam menunaikan ibadah tersebut.

Ihram bukanlah perjalanan rekreasi.

Di masa itu tidak ada bus, taksi, atau kereta cepat. Tidak pula tersedia pendingin udara. Sarana transportasi yang digunakan hanyalah unta, kuda, atau keledai.

Bayangkan perjalanan panjang berhari-hari yang harus ditempuh dengan pakaian ihram yang sederhana. Siang dan malam dipenuhi lantunan talbiyah, sementara diri terus dijaga dari berbagai larangan ihram yang cukup berat. Bahkan sekadar menyisir rambut tidak diperbolehkan, membunuh kutu pun dilarang, apalagi menutup kepala atau melakukan hubungan suami istri.

Rasulullah ﷺ dan para sahabat dengan penuh kesabaran dan keteguhan menelusuri medan yang berat—melewati lembah, menghadapi terik matahari di siang hari, serta dinginnya malam di padang pasir. Selama sembilan hari perjalanan itu mereka lalui dengan ketabahan luar biasa.

Tak heran jika pengorbanan dan ketangguhan demi meraih rida Allah tersebut mengantarkan beliau pada kedudukan yang sangat mulia di sisi-Nya.

Hari ini, dengan kemajuan teknologi dan transportasi, perjalanan dari Bir Ali menuju Makkah dapat ditempuh hanya sekitar lima hingga enam jam dengan bus, bahkan lebih singkat jika menggunakan kereta cepat. Di dalam kendaraan, kita dapat duduk dengan nyaman tanpa harus merasakan panas berlebihan, sementara sopir mengantarkan hingga tujuan.

Ujian kita mungkin tinggal memperbanyak talbiyah selama perjalanan. Pada saat itu, kita bisa memilih untuk menghidupkan sunnah-sunnah ihram atau justru terlelap dalam tidur.

Jika Allah telah memberikan kemudahan dan kenyamanan seperti ini, tentu tidak pantas bagi kita untuk banyak mengeluh atau mudah tersulut emosi ketika menghadapi sedikit kesulitan dalam perjalanan. Salah satu ujian terbesar saat berada di Tanah Suci memang menahan amarah. Bahkan berdebat ketika ihram pun telah dilarang dalam Al-Qur’an, apalagi sampai bertengkar.


Ingin merasakan perjalanan umrah yang nyaman, tertib, dan penuh bimbingan ibadah sesuai sunnah?

Bersama SABATours, kami siap mendampingi perjalanan suci Anda dengan pelayanan profesional dan pembinaan manasik yang insyaAllah memudahkan.

? Hubungi sekarang: 0817 7510 0981
Konsultasi umrah GRATIS dan tentukan jadwal keberangkatan terbaik Anda bersama SABATours.

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id